Tak Ada Istri, Anak Tiri ? Boleh...!!!

Sandiyo , 51, orangnya memang pragmatis dan luwesan, termasuk dalam urusan peranjangan. Istri sedang jadi TKW di Taiwan, ya nggak masalah; anak tiri bisa dipaksa menggantikan. Tapi karena Ningrum, 20, tak tahan terus-terusan jadi ajang nafsu ayah tirinya, sehingga dia pun melapor ke polisi bla bla bla ……!

Orang yang bersifat pragmatis, biasanya cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Seperti Sandiyo dari Ponorogo (Jatim) ini misalnya, dia begitu mudah bergaul, termasuk……menggauli anak tiri, gadis yang mustinya dijaga dan dilindunginya. Soalnya dia selalu berpegang teguh pada pepatah lama: tak ada rotan, akar pun berguna. Baginya itu mengandung makna: tak ada istri, anak tiripun sangat berguna!

Sekitar 15 tahun lalu Sandiyo menikahi janda Watinem, 48, ibunya Ningrum. Kala itu si gadis masih usia balita, dan ibunya baru dalam usia 33 tahun. Secara pisik penampilannya masih sangat begitu menjanjikan, sangat ideal menjadi pasangan Sandiyo yang beru berusia 36 tahun. Duda lawan janda, sangatlah klop. Sama-sama pengalaman, sama-sama kesepian. Dengan demikian, bila keduanya lalu membangun koalisi permanen, pasti didukung semua fraksi: maksudnya antar besan, gitu!

Rumahtangga Sandiyo – Watinem berjalan normal, dan mereka sangat bahagia. Tapi secara ekonomi, tak ada kemajuan signifikan, bila tak mau disebut tekor melulu. PAD-nya tak sebanding dengan APBD-nya. Untuk menyeimbangkan neraca anggaran, tak ada jalan lain Watinem harus mengikuti jejak para tetangga, jadi TKW di Taiwan. Awalnya Sandiyo keberatan, tapi realita politik dia harus menerimanya. “Hidup tidak melulu urusan “si entong”, tapi juga perlu isi kantong,” kata Watinem bertamsil.

Sejak sang istri menjadi TKW, perekonomian warga Desa Pijeran Kecamatan Siman ini mulai menggeliat. Utang-utang luar rumah lama-lama menunjukkan angka negatif. Bahkan lewat duit Watinem dari mancanegara, rumah yang selama ini macam kandang kerbau, bisa diperbaiki menjadi bregas (mentereng). Gaya minimalis, kata orang sekarang. Sandiyo sendiri, ke mana-mana sekarang pakai sepeda motor.

Secara lahiriah, Sandiyo memang sangat berbahagia. Tapi secara batiniah, dia sangat menderita luar biasa. Bayangkan, sebagai lelaki normal yang masih muda dan enerjik, sudah hampir 2 tahun ini dia menjalani puasa wanita. Ini jauh lebih berat dari puasa ramadan dan puasa Senin – Kemis. Puasa Ramadan habis maghrib sudah bisa pesta pora makan apa saja. Kalau puasa wanita, Sandiya baru bisa “berbuka” ketika istri kembali dari mancanegara. Ibarat motor, hampir dua tahun tak pernah ganti olie, bagaimana rasanya coba?

Tapi sebagai manusia pragmatis, Sandiyo segera memperoleh solusinya. Setan telah melempar wacana, bahwa bisa harus bisa mendayagunakan anak tirinya. Soalnya, Ningrum yang dulu masih imut-imut, kini bodinya sungguh amit-amit. Kata orang Jawa: sekel nan cemekel (enak dipegang). “Dalam kondisi darurat, ayah tiri makan anak tiri, itu nggak apa-apa, Bleh….!” kata setan ketika jadi provokator.

Gara-gara sudah digaransi oleh setan, Sandiyo pun jadi nekad. Ningrum yang tengah tidur lelap pukul 23.00 tahu-tahu disergap dan dipaksa melayani kebutuhan biologisnya. Awalnya gadis itu menolak dengan keras. Tapi karena diancam, akhirnya Ningrum bertekuk lutut dan berbuka paha untuk ayah tiri nan biadab. Usia menggarap si anak tiri, wajah Sandiyo nampak sumringah macam nasabah Bank Century yang sudah bisa mencairkan uangnya.

Tapi ternyata kelakuan Sandiyo bagaikan Belanda minta tanah. Sekali dilayani, lain kali njuk eneh (minta lagi). Dan karena si ayah tiri terus mengancam, dia lagi-lagi tak bisa berkutik. Sampailah kemudian adegan mesum itu dipergoki warga, sehingga berujung di Polsek Siman.

Di depan petugas Ningrum pun mengaku bla bla bla bahwa ayah tirinya telah memperkosanya lebih dari 3 kali. “Nggak ding, kami berbuat suka sama suka, tanpa tekanan !” kata Sandiyo yang kini sudah jadi tersangka.

Tapi ditekan-tekan, kan?




http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2010/03/09/tiada-istri-anak-tiripun-jadi

Berita Mesum Lainnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar