Terbengkalai, Rusunawa Jadi Tempat Mesum

Beberapa aset di rusunawa yang bernilai ratusan juta seperti instalasi listrik, mesin pompa, lampu, hilang. Diduga barang tersebut dijarah oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. Selain itu, sebagian besar kaca jendela pecah, diding dipenuhi coretan. Sekitar Rusunawa juga telah dipenuhi semak belukar.

Sungguh sia-sia pembangunan kompleks perumahan yang terdiri dari 96 unit dengan lima lantai. Padahal cukup banyak warga yang belum memiliki rumah, atau perantau yang ingin menikmati rusunawa yang setiap unitnya memiliki fasilitas satu kamar mandi dan satu kamar tidur serta ruang tamu yang menyatu dengan dapur.

Pantauan RB, beberapa pintu unit rumah masih terkunci, namun sebagian sudah rusak dan terlihat bekas ditendang-tendang seperti dibuka paksa. Tak hanya itu banyak tulisan yang yang bernada tidak senonoh menghiasi setiap sudut gedung, bersama bau tak sedap. Sempat memergoki beberapa pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah asyik berbincang sambil mencorat-coret dinding.

Menurut mantan penjaga keamanan rusunawa, Heri(45), rusunawa ini selesai dibangun tahun 2008 sudah diserahterimakan Pemdaprov ke Pemda Kota tahun 2009 lalu. Ini artinya pengelolaan rusunawa mutlak menjadi tanggung jawab Pemkot. Namun, hingga saat ini rusunuwa tersebut belum juga diresmikan.

“Dulu saya sempat menjadi penjaga rusunawa, sekitar awal tahun 2009 saya berhenti. Saat gedung ini selesai dibangun, hanya tinggal dialiri listrik dan air, namun entah kenapa sampai saat ini tidak kunjung terealisasi. Malahan barang-barang rusunawa sebagian besar sudah dijarah,” terang Heri.

Lantaran merasa masih bertanggungjawab dengan keamanan rusunawa, akhir tahun 2009 lalu dirinya sempat melaporkan ke polisi terkait penjarahan aset rusunawa yang diduga dilakukan beberapa oknum pelajar. Sayangnya, laporan tersebut tidak diproses optimal, dengan alasan tidak ada korban yang melaporkan.

“Ya, waktu itu polisi bingung memproses karena kepemilikan penanggungjawab rusunawa tidak jelas. Saya sudah laporkan ke pihak kontraktor PT Waskita namun menurutnya, rusunawa sudah ditekel Pemkot. Pun sebaliknya, Pemkot mengatakan hal yang sama. Saya hanya prihatin saja dengan kondisi rusunawa,” ungkap Heri.

Yang lebih memilukan,jika sore dan malam hari rusunawa kerap digunakan pasangan kekasih untuk tempat mesum dan memadu cinta. Persis di samping rusunawa sendiri tampak di bangun, unit pengolahan sampah. Terdapat satu mesin olah yang dipadati dengan sampah basah dan berserakan.

Ketua RT 2 RW 1 Kelurahan Dusun Besar, Yuslar Sitorus, ketika dikonfirmasi RB membenarkan bahwa rusunawa tersebut berada di wilayah RTnya. Hanya saja, diungkapkan Yuslar dirinya sebagai ketua RT tidak pernah mendapatkan amanat khusus untuk penjagaan rusunawa.

“Dulu memang ada penjaganya, tapi sejak 2009 mulai kosong. Kalau malam situasianya sepi dan gelap gulita. Ada selentingan warga disitu digunakan tempat mesum. Tapi saat saya cek tidak ada, entahlah. Kita hanya berharap rusunawa tersebut segera ditempati dan dimanfaatkan. Rugikan kalau dibiarkan rusak, artinya uang yang digunakan sia-sia saja,” ujarnya.

Diakui Yuslar, beberapa waktu banyak masyarakat, mahasiswa dan pelajar yang menanyakan kapan dan bagaimana aturan untuk menempati rusunawa. Namun sampai sekarang belum jelas.

Ditempat terpisah, Kabag Humas Pemkot Drs, Bahrum Simamora belum dapat berkomentar banyak terkait kendala Pemkot dalam pengelolaan rusunawa. “Belum, saya belum tahu banyak apa alasannya rusunawa tidak ditempati hingga saat ini. Nanti saya cek dulu, berita acara serahterimanya,” tandas Bahrum.




http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=7&artid=6499

Berita Mesum Lainnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar