Klubuk Dirazia, 5 PSK Diciduk

Sebanyak 5 orang pekerja seks komersial (PSK), ditangkap Satpol PP dan Polres Jombang dalam operasi dadakan di Dusun Klubuk Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh, kemarin. Kelimanya diduga melakukan kegiatan prostitusi. Ini bertentangan dengan Perda Jombang No 15 tahun 2009 tentang Larangan Praktik Prostitusi. Sebelumnya, Satpol PP juga melakukan razia di beberapa titik di Jombang, menjelang penilaian Adipura, esok hari.

Operasi gabungan di Klubuk, dilakukan sekitar pukul 14.00, dengan melibatkan unsur kepolisian, Satpol PP, Dinas perhubungan, dan TNI. Dalam operasi tersebut, personel yang dikerahkan tak sebanyak operasi yang digelar sebelumnya. Juga, operasi tersebut terkesan dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi dan dilakukan siang hari.

Menurut Kakan Satpol PP Nawi Setijanto, operasi tersebut dilakukan secara mendadak. Hal itu untuk mencegah bocornya operasi. ''Hasilnya lima orang PSK terjaring," ujar Nawi. Kelima PSK tersebut diperiksa oleh anggota Satpol PP. Nantinya, kelimanya akan dibina. ''Akan dikirim ke Panti Sosial di Kediri," imbuhnya.

Ke depan, terhadap lokalisasi Klubuk, kata Nawi, akan dilakukan operasi. Hal itu dilakukan dalam rangka penegakkan Perda No 15 Tahun 2009. Sedang, sifat pembinaan pada PSK, akan dibina dengan pemberian sejumlah ketrampilan sesuai bidangnya. Sehingga punya modal ketrampilan untuk bekerja selain jadi PSK.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00, Satpol PP mengadakan operasi gabungan terhadap pedagang kaki lima yang masih beroperasi di daerah terlarang untuk berjualan. Operasi dimulai dari Jl Abdurahman Saleh, Jl Sukarno Hatta, Jl Merdeka dan Jl Ahmad Yani. Hal itu dilakukan untuk menciptakan suasana kota yang bersih dan nyaman. Selain itu, persiapan dengan penilaian Adipura, esok hari.

Operasi tersebut dilakukan bersama unsur kepolisian, TNI dan dishub. Sejumlah titik mangkal PKL, dioperasi. ''Sebelumnya sudah diberikan sosialisasi dan surat pemberitahuan," ungkap Wiko F Diaz, Kasi Dal Ops Satpol PP Jombang. PKL yang terjaring operasi diberikan pengertian untuk pindah lokasi jualan. ''Ada PKL yang menggunakan badan jalan dan trotoar," sambung Wiko.

Di depan PG Jombang Baru, operasi mendapati lapak-lapak kosong yang sering digunakan untuk tempat nongkrong. Itu juga tak lepas dari operasi, lapak tersebut ditertibkan Satpol PP. ''Kalau malam, tempat itu bisa disalahgunakan untuk kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial," lanjut Wiko. Penertiban tersebut juga disambung dengan penyampaian lokasi baru. Seperti PKL di depan GOR Merdeka, disarankan untuk berlokasi di depan stadion. Ke depan, operasi terhadap pedagang kaki lima tersebut akan dilakukan secara berkala.




http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=149561

Berita Mesum Lainnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar